Kisah Pilu Korban Pelecehan Seksual Media Online



Sabtu, 8 Januari 2022
Menjadi korban pelecehan seksual adalah pengalaman yang sangat memilukan, dan menggores luka di hati. Diperlukan keberanian serta kepercayaan terhadap orang baru lagi ketika mengalami trauma karena hal buruk itu. Aktivitas yang positif dan dukungan dari lingkungan bisa menolong korban pelecehan seksual untuk bangkit dari keterpurukan.

Ina (bukan nama sebenarnya) tiba-tiba menerima telepon video dari nomor tidak dikenal yang dimana oknum penelepon langsung menunjukkan alat yang vital yaitu kelaminnya. Ina yang tidak mengetahui apapun sontak terkejut akan kejadian yang menimpanya. Naas, wajah Ina rupanya sudah tertangkap layar. Kemudian, tak lama Ina menerima ancaman berupa tangkapan layar yang menampakkan wajahnya yang disandingkan dengan penampakan tak senonoh dari pelaku pelecehan seksual yang ia terima.

Pelaku mengancam akan menyebarkan foto tangkapan layar tersebut ke beberapa situs sosial media, serta melengkapi identitas Ina tadi, pelaku juga meminta agar Ina mengirimkan sejumlah uang ke rekening pelaku pelecehan tersebut. Rupanya Ina pernah mengisi form pitching ketika belum mengerti lebih dalam mengenai teknologi sosial media, karena tergiur akan hadiah yang ditawarkan.

Setelah kejadian yang menimpanya, Ina bingung ingin berbicara kepada siapa, karena ini merupakan kejadian yang menurutnya memalukan dan juga mengakibatkan rasa trauma yang mendalam.

Akhirnya setelah beberapa hari ke depan, Ina yang bergerak cepat mencoba untuk mencari solusi, dengan membaca situs serta website resmi yang menjelaskan cara agar bangkit dari kejadian yang mirip seperti yang ia alami.

Ina pun akhirnya mulai berani mengungkapkan kejadian yang ia alami kepada orang terdekatnya, yaitu ibunya. Sedih, sakit hati, hancur perasaan orang tuanya mendengar kabar buruk yang menimpa putrinya. Sontak sang ibu langsung melaporkan perbuatan keji tersebut kepada pihak yang berwajib, agar dapat melacak pelaku pelecehan seksual ini.

Ina yang terlambat menyampaikan kejadian yang menimpanya, akhirnya sedikit merasa lega karena sudah mengeluarkan apa yang ia pendam beberapa hari ini.

Kemudian, beberapa hari ke depan selanjutnya, Ina dan keluarga menerima kabar baik dari pihak kepolisian, yang mana telah melakukan penangkapan pelaku pelecehan yang menjadikan Ina sebagai korbannya. Ternyata tak hanya satu pelaku yang dalam hal ini melakukan aksinya, mereka melakukan aksinya secara berkomplotan. Pelaku mengaku uang hasil memeras korban digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta membeli peralatan untuk menunjang operasional kegiatan pelaku.
Pelaku akhirnya dijerat hukuman maksimal 20 tahun penjara akibat pasal berlapis yang dijatuhkan.

Ina juga akhirnya menceritakan pengalaman pribadinya ini kepada publik dan memberikan nasihat agar kejadian yang menimpanya dapat dihindari dan tidak terjadi kepada publik ditujunya.

Oleh:
Endah Destri Rahayu
(19521024)
KPI. 5. A
UAS PR (Feature)
FUAD
IAIN Curup

#uasPRbersamaAsdosVivi
#MulaiBicara
#PerempuanBersatu
#GerakBersama
#ReasonTorRise
#EndStreeTharassment